Bantu Ahmad Yani Bertahan Hidup di Tengah Hydrocefalus dan Kelumpuhan
Donasi Terkumpul
Kisah
38 Tahun Terbaring, Ahmad Yani Bertahan dengan Hydrocefalus dan Kelumpuhan
Di sebuah gubuk sederhana di Dusun Kereak, Desa Pandan Indah, Lombok Tengah, hidup seorang pria bernama Ahmad Yani (38 tahun) yang sejak lahir harus berjuang melawan penyakit hydrocefalus dan kelumpuhan.

Sejak lahir, Ahmad sudah menunjukkan kondisi yang berbeda dari bayi pada umumnya. Keluarganya mengingat bagaimana kepalanya terasa sangat lunak saat disentuh, disertai tangisan yang tak berhenti selama dua hari dua malam.
Saat usianya menginjak 4 bulan, kedua orang tuanya berusaha membawa Ahmad ke rumah sakit dengan penuh harapan agar putra mereka mendapat penanganan dan kesempatan untuk sembuh. Namun, keterbatasan ekonomi menjadi penghalang besar. Pengobatan yang seharusnya terus berlanjut terpaksa terhenti, hingga Ahmad harus menjalani hidupnya dalam kondisi ini sampai sekarang.
Sejak saat itu, Ahmad tumbuh dalam keterbatasan.
Kini, selama 38 tahun, Ahmad hanya bisa terbaring lemah. Ia tidak mampu berjalan, berdiri, ataupun menjalani aktivitas seperti orang lain pada umumnya. Semua kebutuhan hidupnya bergantung penuh pada kedua orang tuanya.
Ahmad tinggal bersama ayah dan ibunya di sebuah gubuk yang sangat memprihatinkan. Dinding bambu, atap ilalang, dan tanpa sekat antara dapur, tempat tidur, serta kamar mandi.
Di tempat itulah Ahmad bertahan hidup setiap hari.

Ayah Ahmad, Bapak Seme, hanya bekerja sebagai buruh tani dan serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, rata-rata sekitar Rp30.000 per hari. Bahkan untuk makan sehari-hari saja, kadang mereka harus menahan lapar karena tidak ada beras.
Di usia yang semakin renta, kedua orang tua Ahmad tetap setia merawat anaknya dengan segala keterbatasan.
Hari ini, Ahmad Yani sangat membutuhkan bantuan kita.
Kebutuhan mendesak Ahmad saat ini:
• Pangan sehari-hari
• Pengobatan dan pemeriksaan kesehatan
• Biaya hidup
• Kasur dan bantal yang layak
Sahabat, selama 38 tahun Ahmad Yani hanya bisa terbaring lemah, menahan sakit, dan menjalani hidup dalam segala keterbatasan. Di usianya yang terus bertambah, harapan untuk hidup lebih layak masih tetap ada—meski keadaan begitu berat.
Hari ini, kita bisa menjadi bagian dari harapan itu.
Uluran tangan kita, sekecil apa pun, dapat membantu meringankan beban Ahmad dan keluarganya. Bagi kita mungkin sederhana, namun bagi Ahmad itu bisa menjadi sumber kekuatan untuk bertahan.
Mari bersama hadirkan kepedulian, ringankan langkah kedua orang tuanya yang telah renta, dan bantu Ahmad menjalani hidup dengan lebih layak.
Semoga setiap kebaikan yang kita titipkan menjadi jalan keberkahan, pembuka rezeki, dan amal jariyah yang terus mengalir.
"Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya."
(HR. Muslim)
Update
Belum ada update
Yuk Ikut Berkontribusi jadi Fundraiser bersama Asar Humanity
Login Untuk MulaiFundraiser
Belum ada fundraiser. Jadilah yang pertama!
Nama Donatur
Tidak ada donasi