Bantu Ibu Warni Kembali Melangkah Demi Masa Depan Buah Hatinya
"Dulu saya masih mampu berjualan hingga belasan kilometer. Kini kursi roda yang saya gunakan sudah rusak. Jangkauan saya semakin pendek, penghasilan semakin berkurang, tetapi kebutuhan anak saya tidak pernah ikut berkurang."
Di balik kalimat sederhana itu, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu yang tak pernah menyerah. Ibu Warni, penyandang disabilitas, terus berjuang mencari nafkah seorang diri demi memastikan putra kecilnya yang berusia 3 tahun tetap dapat tumbuh dengan penuh kasih dan harapan.

Sejak lahir, Ibu Warni hidup dengan polio yang membuatnya harus menggunakan kursi roda untuk menjalani setiap aktivitas. Namun, keterbatasan itu tak pernah mematahkan kasih sayangnya sebagai seorang ibu. Dengan segala tenaga yang dimiliki, ia berkeliling menjual kerupuk dari rumah ke rumah demi memenuhi kebutuhan putra kecilnya yang berusia 3 tahun. Baginya, rasa lelah bukanlah hal yang paling berat. Yang paling ia takutkan adalah ketika tak mampu lagi membawa pulang rezeki untuk anak yang menjadi alasan terbesar ia terus bertahan.
Namun hidup Ibu Warni berubah semakin berat ketika dua tahun lalu suaminya pergi meninggalkan keluarga dan hingga kini tak pernah kembali. Sejak saat itu, seluruh beban kehidupan berada di pundaknya seorang diri.
Penghasilan Ibu Warni dari berjualan kerupuk hanya sekitar Rp25.000 per hari. Jumlah tersebut harus cukup untuk memenuhi kebutuhan makan, kebutuhan sang anak, dan biaya hidup sehari-hari. Dalam kondisi serba terbatas, Ibu Warni tetap memilih berjuang daripada menyerah.
Cobaan kembali datang ketika kursi roda yang selama ini menjadi penopang usahanya mulai rusak. Baterainya sudah tidak lagi berfungsi dengan baik dan cepat habis. Jika sebelumnya Ibu Warni mampu berjualan hingga menempuh jarak sekitar 15 kilometer, kini ia hanya mampu berkeliling sekitar 3 kilometer. Semakin pendek jarak yang ditempuh, semakin sedikit pelanggan yang dapat dijangkau, dan semakin kecil pula penghasilan yang dibawa pulang.

Bagi Ibu Warni, kursi roda bukan hanya alat untuk berpindah tempat. Kursi roda adalah jalan untuk terus berjuang, menyusuri kilometer demi kilometer, menawarkan kerupuk dari satu tempat ke tempat lain demi membawa pulang rezeki untuk putra tercintanya.
Di balik setiap kerupuk yang terjual, ada doa seorang ibu agar anaknya tetap bisa makan. Ada harapan agar sang buah hati dapat tumbuh dengan layak, meski kehidupan sering kali tidak memberi kemudahan. Ibu Warni tidak meminta banyak. Ia hanya ingin memiliki kursi roda yang layak agar bisa kembali berjualan lebih jauh seperti dahulu.
Mari ulurkan tangan untuk Ibu Warni hari ini. Setiap donasi yang Sahabat Baik titipkan bukan hanya membantu menghadirkan kursi roda yang layak, tetapi juga membuka kembali jalan rezeki bagi seorang ibu yang tak pernah berhenti berjuang demi putranya. Klik Donasi Sekarang, dan jadilah bagian dari harapan baru agar Ibu Warni dapat kembali berjualan, membawa pulang penghasilan, serta menyiapkan masa depan yang lebih baik untuk anak tercintanya.