Bersama Ratih indriani, Bantu Saudara Kita Bangkit dari Gempa NTT
Sabtu, 15 Agustus 2026 menjadi hari yang meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur. Gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah tersebut dan berdampak pada berbagai daerah di sekitarnya. Berdasarkan data terbaru BNPB, 47 orang meninggal dunia dan 101 orang mengalami luka-luka, sementara jumlah warga yang harus mengungsi telah mencapai 9.290 jiwa. Kerusakan pada rumah dan fasilitas umum turut menambah berat kondisi masyarakat yang kini harus bertahan di tengah situasi darurat. Mereka membutuhkan uluran tangan untuk mendapatkan kebutuhan pokok, perlindungan, dan dukungan selama masa tanggap darurat berlangsung.

Di balik setiap angka, ada kehidupan yang sedang berjuang untuk tetap bertahan. Ada orang tua yang berusaha memastikan keluarganya tetap aman, anak-anak yang harus meninggalkan rumah, serta keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan harus menjalani hari-hari di tengah ketidakpastian. Dalam situasi darurat seperti ini, kebutuhan paling mendasar menjadi semakin sulit dipenuhi. Air bersih, makanan, perlengkapan pengungsian, kebutuhan keluarga, layanan kesehatan, hingga tempat berlindung menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda. Dukungan dan kepedulian kita dibutuhkan agar masyarakat terdampak dapat melewati masa sulit ini dengan lebih aman dan layak.

ASAR Humanity bersama Ratih Indriani mengajak sahabat untuk tidak berhenti pada rasa prihatin. Mari ubah kepedulian menjadi pertolongan. Setiap donasi yang terkumpul akan menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sesuai kondisi dan asesmen di lapangan.
Kini saatnya kita ikut bergerak. Klik “Donasi Sekarang” dan salurkan dukungan terbaik sahabat melalui campaign Emergency Response Gempa NTT bersama Ratih Indriani dan ASAR Humanity. Jangan menunggu sampai kebutuhan semakin besar. Donasi hari ini, bantu hadirkan pertolongan hari ini. Bersama, kita dapat memperluas jangkauan bantuan dan mendampingi masyarakat NTT melewati masa darurat menuju pemulihan.