Bersama Bantu Saudara Kita Bangkit dari Gempa
Pernahkah terlintas di benak kita, bagaimana rasanya ketika rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung tiba-tiba rusak akibat gempa?

Sabtu, 15 Agustus 2026, gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur. Guncangan kuat berdampak di sejumlah wilayah dan menyebabkan kerusakan pada rumah serta berbagai fasilitas umum.

Hingga kini, korban jiwa telah mencapai 68 orang meninggal dunia dan jumlahnya masih berpotensi bertambah, mengingat proses pendataan masih berlangsung di wilayah terdampak yang luas.

Di tengah kondisi darurat, saudara-saudara kita sangat membutuhkan makanan, air bersih obat-obatan, tenda, selimut, penerangan, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. Bagi kita, mungkin bantuan yang diberikan terasa sederhana. Namun bagi mereka yang sedang kehilangan tempat tinggal dan menghadapi situasi darurat, bantuan kita dapat menjadi penguat untuk bertahan.

Melalui campaign Darurat Gempa Flores, NTT, mari bersama hadirkan bantuan untuk saudara-saudara kita yang terdampak.
Tak perlu menunggu memiliki lebih untuk peduli. Karena di tengah bencana, sekecil apa pun bantuan kita dapat berarti besar bagi mereka.

Sabtu, 15 Agustus 2026, gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur. Guncangan kuat berdampak di sejumlah wilayah dan menyebabkan kerusakan pada rumah serta berbagai fasilitas umum.

Hingga kini, korban jiwa telah mencapai 68 orang meninggal dunia dan jumlahnya masih berpotensi bertambah, mengingat proses pendataan masih berlangsung di wilayah terdampak yang luas.

Di tengah kondisi darurat, saudara-saudara kita sangat membutuhkan makanan, air bersih obat-obatan, tenda, selimut, penerangan, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. Bagi kita, mungkin bantuan yang diberikan terasa sederhana. Namun bagi mereka yang sedang kehilangan tempat tinggal dan menghadapi situasi darurat, bantuan kita dapat menjadi penguat untuk bertahan.

Melalui campaign Darurat Gempa Flores, NTT, mari bersama hadirkan bantuan untuk saudara-saudara kita yang terdampak.
Tak perlu menunggu memiliki lebih untuk peduli. Karena di tengah bencana, sekecil apa pun bantuan kita dapat berarti besar bagi mereka.