Hadirkan Masa Depan Cerah Untuk Pelajar Penjuru Negeri
Donasi Terkumpul
RP. 10,255
dari
RP. 15,000,000
0%
1
Dermawan
Selesai
Kisah
Ketiga anak Pak Wio yang masih belia kini menjadi yatim lantaran kepergian sang ayah karena penyakit kanker lidah yang dideritanya. Padahal anak pertama dan keduanya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, sedangkan mereka masih membutuhkan biaya untuk pendidikannya.

Bahkan demi keberlanjutan pendidikan anak-anak yang dicintainya dan juga kebutuhan hidup yang terus berjalan, sang ibu bekerja sebagai pengamen keliling dengan menggunakan sound music. Penghasilan yang didapat pun tak banyak, sehingga ia hanya bisa memberikan uang saku kedua anaknya masing-masing Rp2,000.

Meski mereka bersekolah di sekolah gratis, namun mereka tetap membutuhkan biaya untuk kebutuhan belajar dan biaya buku maupun alat tulis yang tidak ditanggung oleh sekolah.

Belum lagi jika melihat potret adik-adik yang berada di pelosok negeri, tepatnya di Kampung Detupau, Desa Likanaka, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), semangat belajar anak-anak di kampung tersebut sangat tinggi, meskipun kondisi taman baca mereka banyak sekali kekurangannya.

Meski taman baca ini sudah berdiri sejak tahun 2015, namun untuk penerangan saja masih tak ada, lantaran tidak adanya akses listrik ke desa mereka, sehingga mereka menggunakan generator secara swadaya, namun tidak semua rumah memiliki generator, salah satunya taman baca Ila One Nua, sehingga di malam hari kondisi gelap menyelimuti taman baca.

Belum lagi buku bacaan yang masih sangat terbatas, begitu juga dengan fasilitas pembelajaran lainnya yang masih banyak memiliki kekurangan.

ASAR Humanity bersama dengan Kharizma Aulia menjemput kamu untuk memberikan kemudahan pembelajaran bagi pelajar di penjuru negeri melalui kebaikanmu pada laman campaign ini. Donasi yang terkumpul akan didistribusikan dalam bentuk bantuan perlengkapan belajar.
Bahkan demi keberlanjutan pendidikan anak-anak yang dicintainya dan juga kebutuhan hidup yang terus berjalan, sang ibu bekerja sebagai pengamen keliling dengan menggunakan sound music. Penghasilan yang didapat pun tak banyak, sehingga ia hanya bisa memberikan uang saku kedua anaknya masing-masing Rp2,000.
Meski mereka bersekolah di sekolah gratis, namun mereka tetap membutuhkan biaya untuk kebutuhan belajar dan biaya buku maupun alat tulis yang tidak ditanggung oleh sekolah.
Belum lagi jika melihat potret adik-adik yang berada di pelosok negeri, tepatnya di Kampung Detupau, Desa Likanaka, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), semangat belajar anak-anak di kampung tersebut sangat tinggi, meskipun kondisi taman baca mereka banyak sekali kekurangannya.
Meski taman baca ini sudah berdiri sejak tahun 2015, namun untuk penerangan saja masih tak ada, lantaran tidak adanya akses listrik ke desa mereka, sehingga mereka menggunakan generator secara swadaya, namun tidak semua rumah memiliki generator, salah satunya taman baca Ila One Nua, sehingga di malam hari kondisi gelap menyelimuti taman baca.
Belum lagi buku bacaan yang masih sangat terbatas, begitu juga dengan fasilitas pembelajaran lainnya yang masih banyak memiliki kekurangan.
ASAR Humanity bersama dengan Kharizma Aulia menjemput kamu untuk memberikan kemudahan pembelajaran bagi pelajar di penjuru negeri melalui kebaikanmu pada laman campaign ini. Donasi yang terkumpul akan didistribusikan dalam bentuk bantuan perlengkapan belajar.
Update
Belum ada update
Nama Donatur
-
NA
Hamba Allah
15 Jan 2025
RP. 10,255
Semoga dapat bermanfaat untuk anak-anak yang membutuhkan. Amin
Campaign Selesai