LAZNAS ASAR Humanity LAZNAS ASAR Humanity
Pendidikan

Setitik Harapan di Langkah Kecil Rasidin, Anak Yatim yang Ingin Terus Sekolah

Donasi Terkumpul

RP. 6,907,010 dari RP. 50,000,000 14%
144 Dermawan
Sisa 42 hari

Kisah

Di sebuah sudut kecil di Lombok Tengah, ada seorang anak bernama Rasidin, anak yatim yang kini duduk di bangku kelas 5 MI di Pesantren Nurul Yaqin.

Langkahnya tampak biasa, seperti anak-anak lainnya yang pergi ke sekolah setiap pagi. Namun di balik langkah kecil itu, tersimpan perjalanan hidup yang tidak pernah benar-benar terlihat oleh banyak orang.

Rasidin tumbuh dalam pelukan keterbatasan. Sejak kehilangan ayahnya, ia hanya hidup bersama ibu dan neneknya yang setiap hari merajut ulang hidup dari keadaan yang serba kurang, namun tetap berusaha menjaga agar hari-hari tidak runtuh begitu saja.

Namun di balik segala kekurangan itu, Rasidin tak pernah benar-benar berhenti melangkah. Setiap pagi ia tetap menapaki jalan menuju sekolahnya, dengan langkah kecil yang diam-diam menyimpan harapan besar yang tak pernah ia ucapkan. Ia tetap duduk di bangku kelasnya, menyimak satu demi satu pelajaran yang datang, seolah ingin membisikkan pada hidup bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, melainkan alasan untuk tetap bertahan.

Namun di balik langkah yang tampak tenang itu, ada kenyataan yang diam-diam ia sembunyikan dari dunia.

Sepatu yang ia pakai telah jauh dari kata layak, bagian solnya mulai terlepas meninggalkan jejak kecil setiap kali ia melangkah. Tas yang ia bawa pun telah rusak, resletingnya tak lagi berfungsi, namun tetap ia sandang setiap hari karena tak ada pilihan lain yang ia miliki.

Di balik keteguhan langkah Rasidin, ada seorang ibu yang setiap hari memikul beban kehidupan dengan diam.

Ibunya bekerja sebagai buruh pengarit rumput untuk pakan sapi milik warga sekitar. Pekerjaan itu tidak ringan berhadapan dengan panas matahari, tanah yang basah, dan tenaga yang perlahan terkuras demi memastikan ada sedikit penghasilan untuk bertahan hidup hari demi hari.

Namun bagi Rasidin, semua itu bukan sekadar pemandangan. Ia melihatnya setiap hari. Ia menyaksikan bagaimana ibunya berangkat lebih awal, pulang dengan tubuh lelah, namun tetap berusaha tersenyum di hadapannya.

Sepulang sekolah, Rasidin tak langsung bermain seperti anak-anak lain seusianya. Kadang ia memilih menyusul neneknya ke sawah, membantu mengarit rumput, mengumpulkan apa yang bisa ia bantu dengan tangan kecilnya.

Bukan karena ia diminta, tetapi karena ia merasa ingin menjadi bagian dari perjuangan yang sedang ditanggung keluarganya.

Di antara lelah yang belum ia pahami sepenuhnya, Rasidin sedang tumbuh menjadi anak yang belajar bahwa cinta kepada keluarga sering kali hadir dalam bentuk paling sederhana: ikut memikul, meski hanya sedikit.

Di balik segala keterbatasan yang membingkai hari-harinya, Rasidin tetap menyimpan harapan kecil yang tumbuh diam-diam di sudut paling sunyi hatinya, harapan sederhana untuk tetap duduk di bangku sekolah, mengeja masa depan sedikit demi sedikit di tengah kerasnya hidup.

Dan di antara sunyi perjuangan itu, ia hanya ingin tetap belajar agar kelak mampu mengangkat kehidupan ibunya, sebab bagi Rasidin masa depan adalah langkah-langkah kecil yang ia jaga setiap pagi meski sepatu telah rapuh, tas telah usang, dan dunia tak selalu lembut kepadanya.

Allah SWT telah mengingatkan kita dengan penuh kelembutan:

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”
(QS. Ad-Dhuha: 9)

Dan Rasulullah ﷺ menjanjikan kedekatan yang begitu mulia bagi mereka yang menjaga anak yatim:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا
Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini.
(HR. Bukhari)

SAATNYA KITA HADIR UNTUK RASIDIN

Rasidin tidak lagi mengetuk dengan suara. Ia hanya menunggu dalam diam menyimpan harapan kecil agar tetap bisa melanjutkan sekolah.

Ia tidak butuh banyak. Hanya satu kesempatan untuk terus belajar dan tidak berhenti di tengah jalan.

Jangan biarkan ia menunggu lebih lama
Jadilah alasan Rasidin tetap bisa sekolah

Bantu Rasidin Sekarang

Satu kepedulianmu hari ini, bisa menyelamatkan masa depannya.

Update

22 Juli 2026

Alhamdulillahirabbil 'alamin, amanah kebaikan dari para pahlawan kebaikan telah berhasil disalurkan kepada adik Rasidin, seorang anak yatim yang tinggal bersama neneknya di Montong Sapah, Lombok Tengah.

Pada 13 Juli 2026, amanah kebaikan dari para donatur telah berhasil disalurkan kepada adik Rasidin. Melalui program ini, bantuan berupa perlengkapan sekolah, yaitu sepatu dan tas baru, serta paket pangan telah diterima secara langsung untuk mendukung kebutuhan pendidikannya sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Sebelumnya, Rasidin harus berangkat ke sekolah dengan sepatu yang telah robek dan tas yang sudah rusak. Meski hidup dalam keterbatasan, semangatnya untuk menuntut ilmu tak pernah padam. Alhamdulillah, berkat amanah dan kepedulian para pahlawan kebaikan, kini Rasidin dapat kembali bersekolah dengan sepatu dan tas yang lebih layak, sehingga ia dapat belajar dengan lebih nyaman dan percaya diri 

 

Di balik tersampaikannya amanah ini, terdapat perjuangan para relawan yang menempuh perjalanan penuh tantangan demi memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh Rasidin. Jalan berbatu, medan yang terjal, hingga jembatan yang rusak menjadi bagian dari ikhtiar yang harus dilalui. Namun, setiap langkah terasa ringan karena di baliknya ada harapan seorang anak yatim yang ingin terus belajar dan menggapai cita-citanya.

Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak berhenti pada niat baik, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata. Berkat kolaborasi para relawan dan dukungan para Pahlawan Kebaikan, amanah dapat tersampaikan hingga ke pelosok, membawa harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.

Terima kasih, Pahlawan Kebaikan. Berkat kepedulian yang Anda titipkan, Rasidin kini dapat kembali melangkah ke sekolah dengan perlengkapan yang lebih layak dan harapan yang kembali tumbuh. Senyum yang terukir di wajahnya adalah bukti bahwa setiap donasi yang diberikan telah menjadi cahaya bagi seorang anak untuk terus bermimpi dan berjuang meraih masa depan yang lebih baik.

Namun, di luar sana masih banyak anak seperti Rasidin yang belum seberuntung hari ini. Mereka masih menunggu hadirnya tangan-tangan baik yang bersedia menguatkan langkah mereka. Mari lanjutkan kebaikan ini. Klik tombol Donasi Sekarang dan jadilah alasan mengapa lebih banyak anak dapat kembali bersekolah, tersenyum, dan percaya bahwa mereka tidak pernah berjuang sendirian. Satu donasi dari Anda hari ini dapat menjadi awal dari perubahan besar dalam kehidupan mereka.

Salam hangat,
ASAR Humanity


 

Yuk Ikut Berkontribusi jadi Fundraiser bersama Asar Humanity

Login Untuk Mulai

Fundraiser

Belum ada fundraiser. Jadilah yang pertama!

Nama Donatur

  • NA

    Hamba Allah

    8 jam yang lalu

    RP. 50,000

    Semoga berkah ya dek

  • NA

    Hamba Allah

    1 minggu yang lalu

    RP. 20,000

    Semoga allah meridohi jalanku dan melunaskan hutangku

  • NA

    Hamba Allah

    1 minggu yang lalu

    RP. 25,000

    حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ